Untuk Dia Yg Tlah Berlalu

Masih terselip bayangmu
Dalam ingatanku…
Tawa dan canda itu Belum pupus dimataku,
Kau masih hidup dalam ingatanku…

Ku tunggu engkau tuk kembali walau entah kapan
Karna masih ada sesuatu yang harus kau tau dariku..
Tentang cinta yang belum sempat ku ungkapkan

Tapi sungguh…
Bisikan angin itu bohong….
Kau belum pulang..
Kau masih hidup…!!!

Karna masih nampak jelas bayangmu dalam ilusiku…
(seseorang dimasa lalu yang kini telah tiada)

Puisi Malam ini



Ku tuturkan dalam bahasa lugas tanpa lafas
tergugu beku mencumbu malam dalam dekapan rindu puisi malam
Ada yang terlepas dari dasar jiwa,cintanya dan pemujanya
Bergulir sayup-sayup desau risau angin membelai wajahku yang pucat pasi
 Dari bayangan sejuta angan kutahu semua terhampakan
 Kembali kututurkan satu-satu bahasa dalam kalbuku
 Mencuri jauhnya jiwa yang pernah termiliki dan yang kini terlepaskan
 Tak tergeming meski hujahan rindu puisi malam aku hantarkan
lewat sayap-sayap kecil kelelawar malam
Hambakan sebuah fatamorgana yang dulu tercipta
Tersabit tajam belati ngilu dirasa tak juga terkata
Bentangan kabut malam menjemput peraduan bisu disetiap lengkuhan nafas terjagaku
 Cicit burung tidurkan ilalang dipadang yang gelap
 Membatasi pandangan antara kehadiran bayangan yang terpasung dikegelapan
 Rebah di puncak kekalutan akan sebuah kehilangan
 Kututurkan satu desahan lelahkuRinduku beradu menyalak bak serigala yang lapar
 namun rindu ini terkubur kembali dalam gulita malam
Puisi malam hanyalah gugahan jiwaku yang terjerembab dalam gelap kehidupan sesaat

Sendiri Di Sini

Dalam hening kududuk sendiri
nikmatiangin sepoi dimalam hari
rembulan menggodaku dibalik awan
bagai senyummu duhai..pujaan 
tiap helaan nafas kusebut namamu
dalam doaku kubawa dirimu
biarlah cinta ini abadi selamanya
walaupun kau dan aku tak mungkin bersatu  
wahai kau dambaan hati
pernahkah engkau merindu
pernahkah engkau sebut namaku
disaat aku sebut namamu 
walau hanya canda dan tawa yg bisa kuberi
terimalah dengan senang hati
karena jurang pemisah antara kita
rasanya tak mungkin kita lalui

Ku Merindukan Dia

Kala sang alam mulai terlelap
Hening terasa tiada terucap suatu kata
Terlihat kerlip lembut bintang disana
Membuat rindu ini semakin merona

Kutermangu dalam kesunyian
Tenggelam dalam kebisuan
Desir sang bayu mengusap wajah berikan ketenangan
Parasmu jelas tergambar di pelupuk mata

Ingin kurengkuh sosok bayanganmu
Namun bayangan hanyalah bayangan
Kurasakan kebekuan menyusup setiap jengkal aliran darah
Kuhela nafas panjang tuk redakan segala sesak
Saat kutatap sang rembulan

Hatiku berbisik “aku rindu dia,
Akankah dia tahu aku merindukannya ?”
Tanpa sadar setitik air mata jatuh
Mengiring kerinduan yang tak tertahankan lagi

Kembali ku berbisik lirih dengan kepala tertunduk
“aku sayang dia, aku rindu dia”
Kenangan masa indah yang pernah terajut kembali membayang
Oh Tuhan…
Aku amat merindukannya

Telat

Terlambat aku menyadari cintamu..
Terlambat aku mengartikan cintamu..
Setelah kau mulai menjauh..
Setelah kau mulai pergi..
Kusadari betapa ku menyayangimu..
AIr mataku tiap malam menetes memikirkanmu..
Memikirkan segala kejahatanmu..
Yang begitu kejam kepadaku..
Salah apa aku kepadamu?
Mengapa kau lakukan semua itu kepadaku?
Aku begitu menyayangimu..
Rasa sayangku tulus..
Bahkan saat kau sakitiku..
Kau buat hatiku hancur berkeping-keping..
Aku masih menyayangimu dengan serpihan hati yang tersisa..